Pengertian Seleksi dan Penempatan
Menurut Hariandja, Seleksi merupakan proses untuk memutuskan pegawai yang tepat dari sekumpulan calon pegawai yang didapat melalui proses perekrutan, baik perekrutan internal maupun ekstemal. Sedangkan penempatan adalah suatu rekomendasi atau keputusan untuk mendistribusikan para calon pada pekerjaan yang berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk berhasil pada setiap pekerjaan yang berbeda.
Menurut Hariandja, Seleksi merupakan proses untuk memutuskan pegawai yang tepat dari sekumpulan calon pegawai yang didapat melalui proses perekrutan, baik perekrutan internal maupun ekstemal. Sedangkan penempatan adalah suatu rekomendasi atau keputusan untuk mendistribusikan para calon pada pekerjaan yang berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk berhasil pada setiap pekerjaan yang berbeda.
Proses Seleksi
William B. Werther, Jr. dan Keith Davis mengemukakan beberapa alat dan tahapan seleksi yang dapat digunakan, yaitu :
- Preliminary reception of application (penerimaan pendahuluan)
- Employment test (ujian penerimaan pegawai)
- Selection interview (wawancara seleksi)
- Referent and background check (pemeriksaan latar belakang dan referensi)
- Medical evaluation (penilaian kesehatan)
- Supervisory interview (wawancara dengan supervisor)
- Realistic job preview (penjelasan pekerjaan secara realistis)
- Biring decision (keputusan penerimaan)
Syarat-syarat Seleksi & Penempatan
- Seleksi harus selalu dihubungkan dengan job analysis
- Reliabilitas
- Validitas
Test Keabsahan (Validation) dan Bentuk Keabsahan
1. ,Pendekatan Empiris
Pendekatan yg berusaha menghubung kan hasil tes dengan kriteria yang
berhubungan dengan suatu jabatan, biasanya performance. Pendekatan empiris
meliputi :
berhubungan dengan suatu jabatan, biasanya performance. Pendekatan empiris
meliputi :
- Validitas Prediktif, ditetapkan dengan memberikan tes kepada sekelompok pelamar.
- Validitas Konkuren, memungkinkan bagian kepegawaian mentes pegawai yang ada dan menghubungkan angka tes dengan pengukuran terhadap performance mereka.
2. Pendekatan Rasional
,Pendekatan rasional digunakan apabila jumlah subjek terlalu rendah untuk
dijadikan sampel orang yang dapat diterima untuk tes, meliputi :
dijadikan sampel orang yang dapat diterima untuk tes, meliputi :
- Content Validity, yaitu sejumlah sampel yang mewakili keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk menampilkan performance dengan baik. Misalnya tes mengetik untuk pelamar yang disewa sebagai juru ketik.
- Construct Validity, yaitu menetapkan hubungan antara performance dengan karakteristik-karakteristik lain yang penting untuk menampilkan performance yang baik.
Metode-metode Seleksi dan Penempatan
- Tinjauan Data Biografi
- Test-test Bakat / Ketangkasan
- Test-test Kemampuan
- Tes performansi
- Referensi-referensi
- Evaluasi performansi
- Wawancara
- Pusat-pusat penilaian
- Masa percobaan
Kendala-kendala dalam Memilih Metode Seleksi dan Penempatan
Beberapa kesulitan dan kendala dalam memilih diantara kesembilan metode seleksi dan penempatan, yaitu :
- Tingkat validitas yang berbeda dan keterkaitan kerja yang berbeda
- Metode tersebut mempunyai tingkat biaya yang bervariasi
- Orientasi nilai (efiensi, kepentingan, keadilan) dari sebuah organisasi juga mempengaruhi dalam pemilihan metode seleksi dan penempatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar