Sistem Ekonomi Indonesia
1EB21
1.
Adilah Fauziyyah (20215143)
2.
Fakhrani Rizki Maulida (27215616)
3.
Rezka Herviana Sudibyo (25215857)
Minggu ke I
A.
Pengertian
Sistem
Sistem
berasal dari kata bahasa yunani yaitu “systema” yang mengandung arti
“keseluruhan dari bermacam – macam bagian”.
Pengertian
sistem menurut para ahli :
a. James
Havery
Sistem
adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen
yang berhubungan dengan satu dengn yang lain nya berfungsi sebagai suatu
kesatuan dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. C.W
Churchman
Sistem
adalah seperangkat bagian–bagian yang di koordinasikan untuk melaksanakan
seperangkat tujuan.
B.
Sistem
Ekonomi
Pengertian
Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling berhubungan dan
berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dari identitas
tersendiri.
Ada 4 macam-macam
sistem ekonomi :
1. Sistem
Ekonomi Tradisional
Sistem
Ekonomi Tradisional ini memiliki aktivitas yang dilakukan secara turun-menurun.
Ciri – cirri dari sistem ekonomi tradisional:
a.
Pembagian struktur kerja belum ada
b.
Masih menggunakan tukar-menukar barang
c.
Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
d.
Proses produksinya tergantung pada alam.
(Misalnya: bertani dan berladang)
e.
Alat untuk memproduksi sangat sederhana
2. Sistem
Ekonomi Terpusat/Sosialis
Sistem
Ekonomi Terpusat adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan
pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
Ciri-ciri
sistem ekonomi terpusat:
a.
Negara menguasai semua alat produksi
b.
Produksi dilakukan untuk kebutuhan
masyarakat
c.
Kegiatan ekonomi direncanakan oleh
negara dan diatur pemerintah secara terpusat
d.
Hak milik individu tidak diakui
e.
Pemerintah mengatur kegiatan
produksi,distribusi dan konsumsi
3. Sistem
Ekonomi Bebas/Liberal
Sistem
Ekonomi Liberal adalah sistem ekonomi yang dimana pengelolaan ekonominya di
atur oleh pasar (permintaan dan penawaran).
Ciri-ciri
sistem ekonomi liberal:
a.
Harga barang ditentukan oleh pasar
b.
Timbul pesaing bebas
c.
Adanya pengakuan terhadap hak individu
d.
Setiap individu bebas mengejar
keuntungan
e.
Modal memegang peranan sangat penting
4. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan –
kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar.
Ciri-ciri
sistem ekonomi campuran:
a.
Adanya campurt tangan pemerintah dalam
perekonomian
b.
Adanya pihak swasta yang ikut berperan
dalam kegiatan perekonomian
C.
Kapitalisme
1. Pengertian Kapitalisme
Kapitalisme adalah istilah yang
dipakai untuk menamai sistem ekonomi yang mendominasi dunia Barat sejak
runtuhnya feodalisme pada abad ke-16 (Dillard, 1987).
Milton H. Spencer dalam bukunya, Contemporary Macro Economics (1977) mendefinisikan
kapitalisme sebagai sebuah organisasi ekonomi yang dicirikan oleh kepemilikan
individu atas alat-alat produksi dan distribusi serta pemanfaatan kepemilikan
individu itu untuk memperoleh laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif
(Winardi, 1990).
Menurut Ayn Rand (1970),
kapitalisme adalah "a social system based on the recognition of
individual rights, including property rights, in which all property is privately
owned". Yaitu suatu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas
hak-hak individu, termasuk hak milik di mana semua pemilikan adalah milik
privat.
Bentuk-bentuk
kapitalisme :
a. Kapitalisme
perdagangan
Di mana pengusaha mengangkut hasil produksi dari suatu tempat ke tempat
lain sesuai dengan kebutuhan pasar
b.
Kapitalisme industri
Yakni ia
memisahkan antara modal dan buruh dan manusia dengan mesin
c. Sistem
kartel
Di mana
perusahaan-perusahaan besar bersepakat dalam pembagian pasar
internasional
d.
Sistem trust
Yakni
penggabungan antar perusahaan besar yang berkompetisi dengan tujuan
mengontro dan menguasahi pasar.
Ide-ide pokok yang dikembangkan oleh ideologi kapitalisme:
a. Pemilik
modal lebih utama daripada kaum pekerja
b. Motivasi
utama berproduksi adalah untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.
c. Unsur
material serta faktor-faktor produksi berada pada swasta
d. Perekonomian
harus dijalankan secara liberal dan tidak mengenal proteksi
e. Untuk
kemajuan ekonomi harus ada kompetisi dan mengikuti logika pasar.
Adapun ciri-ciri pokok ideologi ini sebagai berikut :
a.
Tidak
dapat tumbuh dan berkembang tanpa riba dan monopoli.
b.
Penimbunan
kekayaan di tangan pemilik modal dan penyusutan secara relatif pemilikan
oleh kaum pekerja.
c.
Menimbulkan
kolonialisme dengan apapun bentuknya.
d. Keuntungan
berlipat ganda dan tidak efisien sehingga melahirkan kesenjangan sosial
e. Materialisme,
atheisme, dan sekularisme yang menolak agama
f. Sangat
menekankan hak milik pribadi dan menolak prinsip “sama rata sama rasa”
2. Sejarah
Kapitalisme
Kapitalisme muncul di Eropa pada
abad ke-16. Kapitalisme muncul dari paham feodalisme di Eropa. Kapitalisme di Eropa
muncul dari pemikiran kaum ilmiah yang pada
awalnya berfikir untuk mensejahterakan kaum buruh. Sejarah kapitalisme melewati
tiga fase dimulai dari Kapitalisme Awal (1500-1750), Kapitalisme Klasik,
Kapitalisme Lanjut.
3.
Cakupan
Kapitalisme
Kapitalisme awalnya mungkin banyak dilihat sebagai
cara pengaturan ekonomi dengan melibatkan ekspansi secara berangsur-angsur ke
luar wilayah dalam jaringan pertukaran barang. Namun, kapitalisme sebenarnya
memiliki cakupan yang lebih dari itu, hal ini dikarenakan ekspansi kapitalisme
tidak hanya dianggap sebagai taktik pasar, melainkan juga merupakan kebijakan
yang dilakukan oleh pemerintah dengan cakupan tidak hanya pada aktifitas
ekonomi saja, namun juga di bidang sosial dan politik.
4.
Keterkaitan
dengan Ideologi lain
Keterkaitan Kapitalisme dengan Liberalisme terlihat
dalam perkembangannya yang sejalan. Perbedaannya, Kapitalisme berdasarkan
determinisme Ekonomi, sementara Liberalisme tidak semata didasarkan pada
ekonomi melainkan juga filsafat, agama, dan kemanusiaan.
D.
Sosialisme
1.
Pengertian Sosialisme
Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap
revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal sosialisme yang muncul pada
bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini lebih
didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis
berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai
dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan
nasib buruh secara bertahap.
Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke
beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem
ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19.
Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut
pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada
para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre
Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.
Penggunaan
istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda
oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal
dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal
abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat
egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat
banyak daripada hanya segelintir elite.
2.
Sosialisme Sebagai Ideologi
Menurut penganut Marxisme, terutama Friedrich
Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia
dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada masa pencerahan abad
ke-18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet,
Voltaire, Rousseau, Diderot, Abbé de Mably, dan Morelly, mengekspresikan
ketidakpuasan mereka atas berbagai lapisan masyarakat di Perancis.
3.
Sosialisme Sebagai Sistem
Ekonomi
Sistem
ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Berpijak pada konsep Karl Marx
tentang penghapusan kepimilikan hak pribadi, prinsip ekonomi sosialisme
menekankan agar status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas
penting dan menjadi kebutuhan masyarakat banyak, seperti air, listrik, bahan
pangan, dan sebagainya.
4.
Tokoh-tokoh
Sosialisme
a.
Robert Owen (1881 – 1858)
Berasal dari Inggris, merupakan tokoh pertama yang
mengembangkan benih-benih pemikiran sosialisme. Semasa hidupnya, Owen selalu
memperhatikan nasib orang kecil/ buruh pabrik.
Pemikirannya
tentang sosialisme dituangkan dalam buku berjudul “A View of Society, an Essay
on the Formation of human Character”. Dalam bukunya tersebut, ia menyatakan
bahwa lingkungan sosial berpengaruh pada pembentukan karakter manusia. Ia
berusaha mencari caranya dengan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya.
b.
Karl Heinrich Marx (1818 –
1883)
Ia
menciptakan sosialisme yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.
Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Ia mengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah “Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).
Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Ia mengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah “Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).
E.
Pesaingan
Terkendali
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
a.
Bukan
kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap
sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
b.
Pengakuan
terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar
badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang
pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
c.
Pengakuan
terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan
usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan
hukum perburuhan.
d.
Pengelolaan
ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam
perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu
meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
F.
Kadar Kapitalisme dan
Sosialisme
Unsur kapitalisme dan
sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut
berikut ini:
1.
Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah
dalam perekonomian
a. Pendekatan untuk
mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
b. Y =
C + I + G + (X-M)
c. Berdasarkan humus
tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran
pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang
dilakukan oleh pemerintah.
d. Pengukuran kadar
pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama
dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis
dan harga untuk setiap sector usaha.
2.
Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian
Indoensia dari waktu ke waktu.
a.
Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak
pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
b.
Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan
oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun
1959.
c.
Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan
oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar