Rabu, 30 Maret 2016

Perekonomian Indonesia (Minggu ke-1)



Sistem Ekonomi Indonesia
1EB21
1.      Adilah Fauziyyah                         (20215143)
2.      Fakhrani Rizki Maulida                (27215616)
3.      Rezka Herviana Sudibyo              (25215857)

Minggu ke I

A.    Pengertian Sistem
Sistem berasal dari kata bahasa yunani yaitu “systema” yang mengandung arti “keseluruhan dari bermacam – macam bagian”.
Pengertian sistem menurut para ahli :
a.       James Havery
Sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan dengan satu dengn yang lain nya berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b.      C.W Churchman
Sistem adalah seperangkat bagian–bagian yang di koordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.

B.     Sistem Ekonomi
Pengertian Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling berhubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dari identitas tersendiri.

Ada 4 macam-macam sistem ekonomi :
1.      Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi Tradisional ini memiliki aktivitas yang dilakukan secara turun-menurun.
Ciri – cirri dari sistem ekonomi tradisional:
a.         Pembagian struktur kerja belum ada
b.         Masih menggunakan tukar-menukar barang
c.         Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
d.        Proses produksinya tergantung pada alam. (Misalnya: bertani dan berladang)
e.         Alat untuk memproduksi sangat sederhana

2.      Sistem Ekonomi Terpusat/Sosialis
Sistem Ekonomi Terpusat adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat:
a.          Negara menguasai semua alat produksi
b.         Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c.          Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
d.         Hak milik individu tidak diakui
e.          Pemerintah mengatur kegiatan produksi,distribusi dan konsumsi

3.      Sistem Ekonomi Bebas/Liberal
Sistem Ekonomi Liberal adalah sistem ekonomi yang dimana pengelolaan ekonominya di atur oleh pasar (permintaan dan penawaran).
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:
a.          Harga barang ditentukan oleh pasar
b.         Timbul pesaing bebas
c.          Adanya pengakuan terhadap hak individu
d.         Setiap individu bebas mengejar keuntungan
e.          Modal memegang peranan sangat penting

4.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan – kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:
a.          Adanya campurt tangan pemerintah dalam perekonomian
b.         Adanya pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian

C.    Kapitalisme
1.      Pengertian Kapitalisme
Kapitalisme adalah istilah yang dipakai untuk menamai sistem ekonomi yang mendominasi dunia Barat sejak runtuhnya feodalisme pada abad ke-16 (Dillard, 1987).
Milton H. Spencer dalam bukunya, Contemporary Macro Economics (1977) mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah organisasi ekonomi yang dicirikan oleh kepemilikan individu atas alat-alat produksi dan distribusi serta pemanfaatan kepemilikan individu itu untuk memperoleh laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif (Winardi, 1990).
Menurut Ayn Rand (1970), kapitalisme adalah "a social system based on the recognition of individual rights, including property rights, in which all property is privately owned". Yaitu suatu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas hak-hak individu, termasuk hak milik di mana semua pemilikan adalah milik privat.

Bentuk-bentuk kapitalisme :
a.       Kapitalisme perdagangan
Di mana pengusaha mengangkut hasil produksi dari suatu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan pasar
b.      Kapitalisme industri
Yakni ia memisahkan antara modal dan buruh dan manusia dengan mesin
c.       Sistem kartel
Di mana perusahaan-perusahaan  besar  bersepakat dalam pembagian pasar internasional
d.      Sistem trust
Yakni penggabungan  antar perusahaan besar yang berkompetisi dengan tujuan  mengontro dan menguasahi  pasar.

Ide-ide pokok yang dikembangkan oleh ideologi kapitalisme:
a.       Pemilik modal lebih utama daripada kaum pekerja
b.      Motivasi utama berproduksi adalah untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.
c.       Unsur material serta faktor-faktor produksi berada pada swasta
d.      Perekonomian harus dijalankan secara liberal dan tidak mengenal proteksi
e.       Untuk kemajuan ekonomi harus  ada kompetisi  dan mengikuti logika pasar.

Adapun  ciri-ciri pokok ideologi ini sebagai berikut :
a.       Tidak dapat  tumbuh dan berkembang tanpa riba dan monopoli.
b.      Penimbunan kekayaan di tangan pemilik modal dan penyusutan  secara relatif pemilikan oleh kaum  pekerja.
c.       Menimbulkan kolonialisme dengan apapun bentuknya.
d.      Keuntungan berlipat ganda dan tidak efisien sehingga melahirkan kesenjangan sosial
e.       Materialisme, atheisme, dan sekularisme  yang menolak agama
f.       Sangat menekankan hak milik pribadi dan menolak prinsip “sama rata sama rasa”

2.      Sejarah Kapitalisme
Kapitalisme muncul di Eropa pada abad ke-16. Kapitalisme muncul dari paham feodalisme di Eropa. Kapitalisme di Eropa muncul dari pemikiran kaum ilmiah yang pada awalnya berfikir untuk mensejahterakan kaum buruh. Sejarah kapitalisme melewati tiga fase dimulai dari Kapitalisme Awal (1500-1750), Kapitalisme Klasik, Kapitalisme Lanjut.

3.      Cakupan Kapitalisme
Kapitalisme awalnya mungkin banyak dilihat sebagai cara pengaturan ekonomi dengan melibatkan ekspansi secara berangsur-angsur ke luar wilayah dalam jaringan pertukaran barang. Namun, kapitalisme sebenarnya memiliki cakupan yang lebih dari itu, hal ini dikarenakan ekspansi kapitalisme tidak hanya dianggap sebagai taktik pasar, melainkan juga merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cakupan tidak hanya pada aktifitas ekonomi saja, namun juga di bidang sosial dan politik.

4.      Keterkaitan dengan Ideologi lain
Keterkaitan Kapitalisme dengan Liberalisme terlihat dalam perkembangannya yang sejalan. Perbedaannya, Kapitalisme berdasarkan determinisme Ekonomi, sementara Liberalisme tidak semata didasarkan pada ekonomi melainkan juga filsafat, agama, dan kemanusiaan.

D.    Sosialisme
1.      Pengertian Sosialisme
Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.

Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.

Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

2.      Sosialisme Sebagai Ideologi
Menurut penganut Marxisme, terutama Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada masa pencerahan abad ke-18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet, Voltaire, Rousseau, Diderot, Abbé de Mably, dan Morelly, mengekspresikan ketidakpuasan mereka atas berbagai lapisan masyarakat di Perancis.
 
3.      Sosialisme Sebagai Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Berpijak pada konsep Karl Marx tentang penghapusan kepimilikan hak pribadi, prinsip ekonomi sosialisme menekankan agar status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas penting dan menjadi kebutuhan masyarakat banyak, seperti air, listrik, bahan pangan, dan sebagainya.

4.      Tokoh-tokoh Sosialisme
a.       Robert Owen (1881 – 1858)
Berasal dari Inggris, merupakan tokoh pertama yang mengembangkan benih-benih pemikiran sosialisme. Semasa hidupnya, Owen selalu memperhatikan nasib orang kecil/ buruh pabrik.
Pemikirannya tentang sosialisme dituangkan dalam buku berjudul “A View of Society, an Essay on the Formation of human Character”. Dalam bukunya tersebut, ia menyatakan bahwa lingkungan sosial berpengaruh pada pembentukan karakter manusia. Ia berusaha mencari caranya dengan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya.
b.      Karl Heinrich Marx (1818 – 1883)
Ia menciptakan sosialisme yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.
Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Ia mengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah “Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).

E.     Pesaingan Terkendali
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
a.       Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
b.      Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
c.       Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
d.      Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
 
F.     Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
1.         Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
a.     Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
b.    Y = C + I + G + (X-M)
c.     Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.
d.    Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

2.         Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke   waktu.
a.    Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
b.    Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.
c.    Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar