Minggu, 22 November 2015

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Bisnis (Tulisan 2)



BAB I
PENDAHULUAN
           
Pembangunan ekonomi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah disamping masalah-masalah nasional lainnya terutama sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. Perkembangan ekonomi suatu negara dapat tercermin dalam indikator pasar modal negara tersebut. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong masuknya modal asing maupun domestik ke dalam sektor-sektor yang produktif untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini berarti perubahan kondisi perekonomian secara makro akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Selain kondisi perekonomian, faktor seperti inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Dari beberapa faktor diatas, jika kita lihat pokok pembahasan tersebut masuk ke dalam teori ekonomi makro. Namun dalam dunia bisnis tidak hanya ekonomi makro yang berperan penting melainkan ekonomi mikro juga sangat berperan dalam dunia bisnis. Ketika konsumen mulai meningkatkan pengeluran mereka, maka secara otomatis tingkat permintaan pun akan semakin besar, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan yang akan bertambah. Selanjutnya mengenai beberapa faktor ekonomi lain yang berpengaruh terhadap dunia bisnis dapat dijelaskan sebagai berikut.


BAB II
ISI

A.      PENGERTIAN EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO
1.      Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.

Ekonomi mikro meneliti bagaiman berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukan harga, dan bagaimana harga pada gilirannya menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

2.      Ekonomi Makro
Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah terhadap hal-hal tersebut.

B.       PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi dapat kita bedakan menjadi 2, yaitu :
1.         Pertumbuhan Ekonomi Kuat
Pertumbuhan ekonomi yang kuat berpengaruh pada peningkatan pendapatan perusahaan. Pengaruh dari perekonomian yang lebih kuat dapat menyebar dengan cepat antar bisnis. Ketika pelanggan mulai meningkatkan pengeluarannya, akan terjadi permintaan yang lebih tinggi terhadap produk-produk perusahaan dan perusahaan akan memperkerjakan lebih banyak karyawan untuk melayani peningkatan permintaan. Disamping itu perusahaan juga memperluas operasinya sehingga mengakibatkan peningkatan permintaan perlengkapan, jasa, konstruksi, dan bahan baku.


2.         Pertumbuhan Ekonomi Lemah
Pada pertumbuhan ekonomi lambat mengakibatkan rendahnya permintaan akan barang dan jasa, sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa dipengaruhi secara negative oleh perekonomian yang lemah karena konsumen cenderung mengurangi permintaan mereka, maka jumlah produksi perusahaan juga akan dikurangi.

Ketika terjadi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kartal berturut-turut, maka periode tersebut disebut resesi ekonomi. Resesi ekonomi menimbulkan total penghasilan dan permintaan perusahaan, maka resesi ekonomi menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Dari penjelasan diatas, bisa kita liha bahwa pertumbuhan ekonomi akan memberikan dampak bagi perusahaan atau organisasi ketika melakukan permintaan barang dan jasa, hal ini akan mempengaruhi penerimaan perusahaan. Tingkat total produksi dan tingkat pengangguran adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Apabila angka pengangguran semakin meningkat, pertanda bahwa perekonomian tengah bermasalah.

Perusahaan memiliki tingkat sensitivitas dalam melihat pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena kondisi perekonomian akan mempengaruhi tingkat permintaan produk yang akan diproduksi. Ketika perusahaan tidak sensitive dengan dunia luar maka tidak meutup kemungkinan akan terjadi penurunan produksi.

C.       INFLASI
Inflasi adalah tingkat kenaikan harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu. Tingkat inflasi dapat diperkirakan dengan mengukur persentasi perubahan dalam indeks harga konsumen yang mengindikasikan harga produk konsumen.

Ada dua tipe inflasi, yaitu cos-push inflation (kenaikan harga produk akibat biaya produksi mengalami peningkatan) dan deman-pull inflation (harga barang jasa mengalami kenaikan karena permintaan konsumen)

Tingkat inflasi mempengaruhi perekonomian bisnis. Ketika terjadi peningkatan inflasi, maka hal tersebut akan mengakibatkan beban operasional suatu perusahaan menjadi lebih besar, biaya barang pasokan dan bahan baku untuk produksi juga lebih banyak. Inflasi tidak hanya mempengaruhi pada produktifitas bahan baku, tetapi juga mempengaruhi gaji para karyawan di perusahaan tersebut. Ketika inflasi mengalami kenaikan, bahan baku yang dibebankan ke perusahaan lebih tinggi pula.

Jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya ini kepada konsumen dengan menaikkan harga jual, maka konsumen akan mengurangi permintaan mereka akan produk-produk perusahaan. Jika perusahaan tidak meneruskan kenaikan baiya tersebut, maka beban perusahaan menjadi lebih tinggi dan laba perusahaan akan mengalami penurunan.

D.      TINGKAT SUKU BUNGA PERUSAHAAN
Tingkat bunga menentukan biaya meminjam uang. Tingkat suku bungan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan karena perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap beban atau pendapatan perusahaan.

Tingkat bunga terhadap beban perusahaan akan menentukan jumlah beban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan jika meminjam uang. Sedangakn tingkat bunga terhadap pendapatan perusahaan dapat mengurangi permintaan produk yang berdampak menurunnya pendapatan perusahaan.

E.       KEBIJAKAN PEMERINTAH
Pada dasarnya pemerintah menyediakan berbagai prasarana agar masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi. Pemerintah lebih berperan sebagai stabilisator. Jika pemerintah membutuhkan barang atau jasa, maka bila memungkinkan harus dipenuhi oleh fasilitas dan kapabilitas dunia bisnis yang ada. Bila pemerintah membutuhkan produk jasa, sudah sepatutnya produk jasa itu diperoleh secara lokal bila memungkinkan. Pemerintah selalu menjaga jarak untuk menjadi produsen apabila usaha swasta sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah merupakan salah satu yang memiliki kewenangan dan hak untuk melakukan pengaturan ekonomi secara menyeluruh. Hal ini dapat dilihat dari kewenangannya membuat aturan perekonomian yang ditulis dalam Undang-Undang.
Tanpa adanya campur tangan pemerintah perekonomian tidak akan terkendali sehingga akan menimbulkan pengangguran tenaga kerja yang akan menggangu stabilitas ekonomi. Pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter dengan menerapkan sarana persyaratan cadangan, tingkat diskonto, kebijakan pasar terbuka, dan lain-lain dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi.

Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang mempengaruhi perekonomian bisnis adalah depresi, investasi, tabungan, dan perantara/makelar. Ada beberapa hal yang dapat diambil dari perantara atau makelar. Sisi positif dari perantara ini adalah membantu dalam pengenalan produk kepada masyarakat dengan cara mendistribusikannya dari produsen ke pedagang, pedagang ke pengecer, pengecer ke konsumen. Dengan begitu makan perusahaan hanya terfokus pada bagian produksinya saja. Namun kelemahan dari adanya perantara ini adalah harga jual yang jauh lebih mahal dari harga aslinya, dan tentu saja merugikan pihak konsumen.


BAB III
PENUTUP

Bisnis erat kaitannya dengan ekonomi mikro dan ekonomi makro karena segala aspek yang dibahas dalam ekonomi mikro maupun makro berhubungan dengan dunia bisnis. Terlebih pokok pembahasan dalam ekonomi makro mengenai pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi terhadap perkembangan bisnis. Campur tangan pemerintah sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur perekonomian sangat membantu sekali karena jika pemerintah tidak berperan dalam perekonomian maka perekonomian ini tidak akan terkendali dan dapat mengakibatkan tingkat pengangguran semakin bertambah.


DAFTAR PUSTAKA


       http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25786/5/Chapter%20I.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar