BAB
I
PENDAHULUAN
Pembangunan
ekonomi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah disamping masalah-masalah
nasional lainnya terutama sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia.
Perkembangan ekonomi suatu negara dapat tercermin dalam indikator pasar modal
negara tersebut. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam rangka
mendorong masuknya modal asing maupun domestik ke dalam sektor-sektor yang
produktif untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi.
Pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini
berarti perubahan kondisi perekonomian secara makro akan mempengaruhi kinerja
perusahaan. Selain kondisi perekonomian, faktor seperti inflasi, pengangguran,
dan kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi
kinerja perusahaan.
Dari
beberapa faktor diatas, jika kita lihat pokok pembahasan tersebut masuk ke
dalam teori ekonomi makro. Namun dalam dunia bisnis tidak hanya ekonomi makro
yang berperan penting melainkan ekonomi mikro juga sangat berperan dalam dunia
bisnis. Ketika konsumen mulai meningkatkan pengeluran mereka, maka secara
otomatis tingkat permintaan pun akan semakin besar, hal tersebut dapat
berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan yang akan
bertambah. Selanjutnya mengenai beberapa faktor ekonomi lain yang berpengaruh
terhadap dunia bisnis dapat dijelaskan sebagai berikut.
BAB
II
ISI
A.
PENGERTIAN
EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO
1.
Ekonomi
Mikro
Ekonomi mikro
adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan
perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input,
barang, dan jasa yang diperjualbelikan.
Ekonomi mikro meneliti bagaiman berbagai keputusan dan perilaku tersebut
memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukan
harga, dan bagaimana harga pada gilirannya menentukan penawaran dan permintaan
barang dan jasa selanjutnya.
2.
Ekonomi Makro
Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang membahas aktivitas ekonomi secara
keseluruhan terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran,
berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam
tindakan pemerintah terhadap hal-hal tersebut.
B.
PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi dapat kita
bedakan menjadi 2, yaitu :
1.
Pertumbuhan Ekonomi Kuat
Pertumbuhan ekonomi yang kuat berpengaruh pada peningkatan pendapatan
perusahaan. Pengaruh dari perekonomian yang lebih kuat dapat menyebar dengan
cepat antar bisnis. Ketika pelanggan mulai meningkatkan pengeluarannya, akan
terjadi permintaan yang lebih tinggi terhadap produk-produk perusahaan dan
perusahaan akan memperkerjakan lebih banyak karyawan untuk melayani peningkatan
permintaan. Disamping itu perusahaan juga memperluas operasinya sehingga
mengakibatkan peningkatan permintaan perlengkapan, jasa, konstruksi, dan bahan
baku.
2.
Pertumbuhan Ekonomi Lemah
Pada pertumbuhan ekonomi lambat mengakibatkan rendahnya permintaan akan
barang dan jasa, sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Perusahaan
yang memproduksi barang atau jasa dipengaruhi secara negative oleh perekonomian
yang lemah karena konsumen cenderung mengurangi permintaan mereka, maka jumlah
produksi perusahaan juga akan dikurangi.
Ketika terjadi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kartal berturut-turut,
maka periode tersebut disebut resesi ekonomi. Resesi ekonomi menimbulkan total
penghasilan dan permintaan perusahaan, maka resesi ekonomi menimbulkan dampak
negatif yang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Dari penjelasan
diatas, bisa kita liha bahwa pertumbuhan ekonomi akan memberikan dampak bagi
perusahaan atau organisasi ketika melakukan permintaan barang dan jasa, hal ini
akan mempengaruhi penerimaan perusahaan. Tingkat total produksi dan tingkat pengangguran
adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Apabila angka pengangguran
semakin meningkat, pertanda bahwa perekonomian tengah bermasalah.
Perusahaan memiliki tingkat sensitivitas
dalam melihat pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena kondisi
perekonomian akan mempengaruhi tingkat permintaan produk yang akan diproduksi.
Ketika perusahaan tidak sensitive dengan dunia luar maka tidak meutup
kemungkinan akan terjadi penurunan produksi.
C.
INFLASI
Inflasi adalah
tingkat kenaikan harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu
tertentu. Tingkat inflasi dapat diperkirakan dengan mengukur persentasi
perubahan dalam indeks harga konsumen yang mengindikasikan harga produk konsumen.
Ada dua tipe
inflasi, yaitu cos-push inflation (kenaikan harga produk akibat biaya produksi
mengalami peningkatan) dan deman-pull inflation (harga barang jasa mengalami
kenaikan karena permintaan konsumen)
Tingkat inflasi
mempengaruhi perekonomian bisnis. Ketika terjadi peningkatan inflasi, maka hal
tersebut akan mengakibatkan beban operasional suatu perusahaan menjadi lebih
besar, biaya barang pasokan dan bahan baku untuk produksi juga lebih banyak.
Inflasi tidak hanya mempengaruhi pada produktifitas bahan baku, tetapi juga
mempengaruhi gaji para karyawan di perusahaan tersebut. Ketika inflasi
mengalami kenaikan, bahan baku yang dibebankan ke perusahaan lebih tinggi pula.
Jika perusahaan
meneruskan kenaikan biaya ini kepada konsumen dengan menaikkan harga jual, maka
konsumen akan mengurangi permintaan mereka akan produk-produk perusahaan. Jika
perusahaan tidak meneruskan kenaikan baiya tersebut, maka beban perusahaan
menjadi lebih tinggi dan laba perusahaan akan mengalami penurunan.
D.
TINGKAT
SUKU BUNGA PERUSAHAAN
Tingkat bunga
menentukan biaya meminjam uang. Tingkat suku bungan dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan karena perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap beban atau
pendapatan perusahaan.
Tingkat bunga
terhadap beban perusahaan akan menentukan jumlah beban yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan jika meminjam uang. Sedangakn tingkat bunga terhadap pendapatan
perusahaan dapat mengurangi permintaan produk yang berdampak menurunnya
pendapatan perusahaan.
E.
KEBIJAKAN
PEMERINTAH
Pada dasarnya
pemerintah menyediakan berbagai prasarana agar masyarakat dapat melakukan
kegiatan ekonomi. Pemerintah lebih berperan sebagai stabilisator. Jika
pemerintah membutuhkan barang atau jasa, maka bila memungkinkan harus dipenuhi
oleh fasilitas dan kapabilitas dunia bisnis yang ada. Bila pemerintah
membutuhkan produk jasa, sudah sepatutnya produk jasa itu diperoleh secara
lokal bila memungkinkan. Pemerintah selalu menjaga jarak untuk menjadi produsen
apabila usaha swasta sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah
merupakan salah satu yang memiliki kewenangan dan hak untuk melakukan pengaturan
ekonomi secara menyeluruh. Hal ini dapat dilihat dari kewenangannya membuat
aturan perekonomian yang ditulis dalam Undang-Undang.
Tanpa adanya
campur tangan pemerintah perekonomian tidak akan terkendali sehingga akan
menimbulkan pengangguran tenaga kerja yang akan menggangu stabilitas ekonomi.
Pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter dengan menerapkan sarana
persyaratan cadangan, tingkat diskonto, kebijakan pasar terbuka, dan lain-lain
dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi.
Selain
faktor-faktor diatas, faktor lain yang mempengaruhi perekonomian bisnis adalah
depresi, investasi, tabungan, dan perantara/makelar. Ada beberapa hal yang
dapat diambil dari perantara atau makelar. Sisi positif dari perantara ini
adalah membantu dalam pengenalan produk kepada masyarakat dengan cara
mendistribusikannya dari produsen ke pedagang, pedagang ke pengecer, pengecer
ke konsumen. Dengan begitu makan perusahaan hanya terfokus pada bagian
produksinya saja. Namun kelemahan dari adanya perantara ini adalah harga jual yang
jauh lebih mahal dari harga aslinya, dan tentu saja merugikan pihak konsumen.
BAB
III
PENUTUP
Bisnis erat kaitannya dengan ekonomi
mikro dan ekonomi makro karena segala aspek yang dibahas dalam ekonomi mikro
maupun makro berhubungan dengan dunia bisnis. Terlebih pokok pembahasan dalam
ekonomi makro mengenai pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran, dan
kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi terhadap perkembangan bisnis. Campur
tangan pemerintah sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur
perekonomian sangat membantu sekali karena jika pemerintah tidak berperan dalam
perekonomian maka perekonomian ini tidak akan terkendali dan dapat
mengakibatkan tingkat pengangguran semakin bertambah.
DAFTAR
PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25786/5/Chapter%20I.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar