Senin, 23 November 2015

Peluang Bisnis Rongsokan atau Barang Bekas (Tulisan 3)



BAB I
PENDAHULUAN

Daya beli masyarakat yang semakin meningkat ternyata menimbulkan sejumlah permaasalahan baru. Permasalahan tersebut datang dari gaya hedonisme yang akhirnya menimbulkan sejumlah tumpukan barang-barang tak terpakai di setiap rumah tangga. Padahal jika kita lihat, sebenarnya masih banyak sekali manfaatnya yang bisa kita pakai dari barang-barang tesebut. Namun karena manusia yang sifatnya tidak pernah puas dan selalu menjadi orang yang konsumtif maka barang-barang tersebut menjadi tidak ada manfaatnya.

Hal tersebut menciptakan sebuah peluang dibidang bisnis rongsokan atau barang bekas. Kalau dulu barang bekas identik dengan sesuatu yang kotor, sampah yang menjijikan, besi tua dan berkarat, atau kumpulan gelas aqua serta kardus bekas, sekarang hal itu bisa dibuang jauh-jauh dari benak kalian karena saat ini barang-barang tersebut bisa kita sulap menjadi tas yang cantik dan bergaya modern.

Jika kita ingin merintis bisnis ini, memang pada awalny kita akan lama untuk mendapatkan keuntungan tapi seiring berjalannya waktu bisnis ini akan menghasilkan perputaran uang yang lebih cepat dibandingkan bisnis yang lainnya. Hasil dari bisnis ini juga bisa disejajarkan dengan bisnis lainnya yang lebih mentereng.


BAB II
ISI

Poin yang harus diperhatikan dalam bisnis rongsokan atau barang bekas :

A.      Tak hanya pekerjaan pemulung
Mengumpulkan barang bekas atau rongsokan kini tak hanya sekedar bisnis rendah yang digeluti oleh segelintir orang atau orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap seperti pemulung. Melalui strategi bisnis yang baik, kita dapat menjadikan hal tersebut menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Jika kita ingin menjadi orang yang sukses dengan usaha sendiri, kita tidak perlu malu untuk memulai bisnis seperti ini karena sekarang banyak orang-orang yang tak segan untuk memburu barang bekas branded atau barang bekas yang memiliki nilai histori tinggi.

Ada dua kategori dalam bisnis ini, yaitu :
           1. Barang bekas layak pakai seperti produk fashion, elektronik, buku bekas, dll
           2. Barang bekas daur ulang seperti plastic, besi tua, bahan kaleng, dll

B.       Bisa jadi usaha rumahan
Peluang bisnis ini bisa kita buka dirumah, asal ada banyak ruang ruang di perkarangan rumah kita untuk menaruh barang-barang bekas. Agar tidak merusak pemandangan rumah, barang-barang tersebut bisa kita letakkan disamping rumah.

Untuk cara kerjanya, kita cukup memberikan plang atau tulisan yang cukup jelas misalnya “menerima jual-beli barang bekas”. Untuk harga bisa disesuaikan dengan harga pasar diwilayah kita.

Untuk usaha skala rumahan ini pada prinsipnya cukup mudah dalam pengelolaan dan biasanya tak terpaku harus selalu berada dengan barang-barang bekas, karena kita masih bisa menjalankan aktifitas seperti biasa.

C.       Tips memulai bisnis barang bekas
Untuk memulai usaha ini diperlukan kerja keras, semangat, dan positif thinking. Karena jika tidak, maka peluang tersebut bisa diambil pihak lain yang juga menggeluti usaha dibidang yang sama. Persaingan dalam bisnis ini cukup ketat karena setiap hari pasti selalu ada barang baru yang datang untuk dibeli dari pengepul. Menjadi pengepul barang bekas memerlukan tekad dan harus berani malu karena tidak sedikit pula orang yang ragu dalam menjalankan bisnis ini. Dan hal yang penting adalah sabar.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memiliki tempat penampungan. Mencari informasi tentang harga beli dan jual barang-barang bekas di wilayah kita, usahakan cari yang paling murah karena itu bisa menguntungkan kita.  Jika kita sudah mendapat kepercayaan dan dapat menjalin kesepakatan dengan pengepul yang lebih besar di wilayah kita, kemungkinan besar kita akan mendapatkan harga yang lebih murah dan keuntungan yang didapat pun akan lebih besar.

Kita perlu mempromosikan usaha kita. Promosi bisa dilakukan melalui media apapun, baik iklan baris di koran, brosur, atau promosi melalui mulut ke mulut. Promosi dengan cara ini dianggap lebih efektif.

Pasti kita bertanya-tanya, kemana barang bekas akan jual? Jika memutuskan terjun di bisnis ini, maka kita harus tahu mata rantai untuk pasar atau mekanisme jualnya. Kita juga harus tahu beberapa tempat khusus industry pengolahan atau peleburang barang bekas seperti botol plastic, besi, dll.


BAB III
PENUTUP

Peluang bisnis itu bisa didapatkan dari hal apapun, baik yang bernilai maupun terlihat tidak ternilai. Seperti hal nya dengan bisnis rongsokan, walaupun rongsokan itu terlihat menjijikan dan tidak ada harganya ternyata rongsokan itu bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bahkan perputaran uang yang dihasilkan jauh lebih cepat dan bisa disetarakan dengan bisnis yang mentereng.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.maxmanroe.com/bisnis-barang-rongsokan-peluang-usaha-yang-sering-  diremehkan.html                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   


Minggu, 22 November 2015

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Bisnis (Tulisan 2)



BAB I
PENDAHULUAN
           
Pembangunan ekonomi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah disamping masalah-masalah nasional lainnya terutama sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. Perkembangan ekonomi suatu negara dapat tercermin dalam indikator pasar modal negara tersebut. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong masuknya modal asing maupun domestik ke dalam sektor-sektor yang produktif untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini berarti perubahan kondisi perekonomian secara makro akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Selain kondisi perekonomian, faktor seperti inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Dari beberapa faktor diatas, jika kita lihat pokok pembahasan tersebut masuk ke dalam teori ekonomi makro. Namun dalam dunia bisnis tidak hanya ekonomi makro yang berperan penting melainkan ekonomi mikro juga sangat berperan dalam dunia bisnis. Ketika konsumen mulai meningkatkan pengeluran mereka, maka secara otomatis tingkat permintaan pun akan semakin besar, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan yang akan bertambah. Selanjutnya mengenai beberapa faktor ekonomi lain yang berpengaruh terhadap dunia bisnis dapat dijelaskan sebagai berikut.


BAB II
ISI

A.      PENGERTIAN EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO
1.      Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.

Ekonomi mikro meneliti bagaiman berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukan harga, dan bagaimana harga pada gilirannya menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

2.      Ekonomi Makro
Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah terhadap hal-hal tersebut.

B.       PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi dapat kita bedakan menjadi 2, yaitu :
1.         Pertumbuhan Ekonomi Kuat
Pertumbuhan ekonomi yang kuat berpengaruh pada peningkatan pendapatan perusahaan. Pengaruh dari perekonomian yang lebih kuat dapat menyebar dengan cepat antar bisnis. Ketika pelanggan mulai meningkatkan pengeluarannya, akan terjadi permintaan yang lebih tinggi terhadap produk-produk perusahaan dan perusahaan akan memperkerjakan lebih banyak karyawan untuk melayani peningkatan permintaan. Disamping itu perusahaan juga memperluas operasinya sehingga mengakibatkan peningkatan permintaan perlengkapan, jasa, konstruksi, dan bahan baku.


2.         Pertumbuhan Ekonomi Lemah
Pada pertumbuhan ekonomi lambat mengakibatkan rendahnya permintaan akan barang dan jasa, sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa dipengaruhi secara negative oleh perekonomian yang lemah karena konsumen cenderung mengurangi permintaan mereka, maka jumlah produksi perusahaan juga akan dikurangi.

Ketika terjadi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kartal berturut-turut, maka periode tersebut disebut resesi ekonomi. Resesi ekonomi menimbulkan total penghasilan dan permintaan perusahaan, maka resesi ekonomi menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Dari penjelasan diatas, bisa kita liha bahwa pertumbuhan ekonomi akan memberikan dampak bagi perusahaan atau organisasi ketika melakukan permintaan barang dan jasa, hal ini akan mempengaruhi penerimaan perusahaan. Tingkat total produksi dan tingkat pengangguran adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Apabila angka pengangguran semakin meningkat, pertanda bahwa perekonomian tengah bermasalah.

Perusahaan memiliki tingkat sensitivitas dalam melihat pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena kondisi perekonomian akan mempengaruhi tingkat permintaan produk yang akan diproduksi. Ketika perusahaan tidak sensitive dengan dunia luar maka tidak meutup kemungkinan akan terjadi penurunan produksi.

C.       INFLASI
Inflasi adalah tingkat kenaikan harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu. Tingkat inflasi dapat diperkirakan dengan mengukur persentasi perubahan dalam indeks harga konsumen yang mengindikasikan harga produk konsumen.

Ada dua tipe inflasi, yaitu cos-push inflation (kenaikan harga produk akibat biaya produksi mengalami peningkatan) dan deman-pull inflation (harga barang jasa mengalami kenaikan karena permintaan konsumen)

Tingkat inflasi mempengaruhi perekonomian bisnis. Ketika terjadi peningkatan inflasi, maka hal tersebut akan mengakibatkan beban operasional suatu perusahaan menjadi lebih besar, biaya barang pasokan dan bahan baku untuk produksi juga lebih banyak. Inflasi tidak hanya mempengaruhi pada produktifitas bahan baku, tetapi juga mempengaruhi gaji para karyawan di perusahaan tersebut. Ketika inflasi mengalami kenaikan, bahan baku yang dibebankan ke perusahaan lebih tinggi pula.

Jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya ini kepada konsumen dengan menaikkan harga jual, maka konsumen akan mengurangi permintaan mereka akan produk-produk perusahaan. Jika perusahaan tidak meneruskan kenaikan baiya tersebut, maka beban perusahaan menjadi lebih tinggi dan laba perusahaan akan mengalami penurunan.

D.      TINGKAT SUKU BUNGA PERUSAHAAN
Tingkat bunga menentukan biaya meminjam uang. Tingkat suku bungan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan karena perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap beban atau pendapatan perusahaan.

Tingkat bunga terhadap beban perusahaan akan menentukan jumlah beban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan jika meminjam uang. Sedangakn tingkat bunga terhadap pendapatan perusahaan dapat mengurangi permintaan produk yang berdampak menurunnya pendapatan perusahaan.

E.       KEBIJAKAN PEMERINTAH
Pada dasarnya pemerintah menyediakan berbagai prasarana agar masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi. Pemerintah lebih berperan sebagai stabilisator. Jika pemerintah membutuhkan barang atau jasa, maka bila memungkinkan harus dipenuhi oleh fasilitas dan kapabilitas dunia bisnis yang ada. Bila pemerintah membutuhkan produk jasa, sudah sepatutnya produk jasa itu diperoleh secara lokal bila memungkinkan. Pemerintah selalu menjaga jarak untuk menjadi produsen apabila usaha swasta sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah merupakan salah satu yang memiliki kewenangan dan hak untuk melakukan pengaturan ekonomi secara menyeluruh. Hal ini dapat dilihat dari kewenangannya membuat aturan perekonomian yang ditulis dalam Undang-Undang.
Tanpa adanya campur tangan pemerintah perekonomian tidak akan terkendali sehingga akan menimbulkan pengangguran tenaga kerja yang akan menggangu stabilitas ekonomi. Pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter dengan menerapkan sarana persyaratan cadangan, tingkat diskonto, kebijakan pasar terbuka, dan lain-lain dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi.

Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang mempengaruhi perekonomian bisnis adalah depresi, investasi, tabungan, dan perantara/makelar. Ada beberapa hal yang dapat diambil dari perantara atau makelar. Sisi positif dari perantara ini adalah membantu dalam pengenalan produk kepada masyarakat dengan cara mendistribusikannya dari produsen ke pedagang, pedagang ke pengecer, pengecer ke konsumen. Dengan begitu makan perusahaan hanya terfokus pada bagian produksinya saja. Namun kelemahan dari adanya perantara ini adalah harga jual yang jauh lebih mahal dari harga aslinya, dan tentu saja merugikan pihak konsumen.


BAB III
PENUTUP

Bisnis erat kaitannya dengan ekonomi mikro dan ekonomi makro karena segala aspek yang dibahas dalam ekonomi mikro maupun makro berhubungan dengan dunia bisnis. Terlebih pokok pembahasan dalam ekonomi makro mengenai pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi terhadap perkembangan bisnis. Campur tangan pemerintah sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur perekonomian sangat membantu sekali karena jika pemerintah tidak berperan dalam perekonomian maka perekonomian ini tidak akan terkendali dan dapat mengakibatkan tingkat pengangguran semakin bertambah.


DAFTAR PUSTAKA


       http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25786/5/Chapter%20I.pdf

Bisnis Afiliasi (Tulisan 1)



BAB I
PENDAHULUAN

Saat ini hampir semua orang tertarik pada dunia bisnis, terutama bisnis online. Jika orang-orang berpikir bahwa bisnis online itu sulit dan harus mempunyai modal yang cukup besar, sebenarnya itu adalah pendapat yang salah. Karena saat ini dunia bisnis sudah berkembang sangat pesat dan jika kita ingin memulainya, tidak perlu membutuhkan modal yang besar bahkan kita bisa memulainya tanpa modal sedikitpun.

Bisnis tanpa modal lebih aman dibandingkan dengan bisnis online yang menggunakan modal sedikit, apalagi bagi para pemula di dunia bisnis. Bagi yang mengerti internet, tentu untuk memulai bisnis tanpa modal ini sangatlah mudah. Ada banyak jenis bisnis online tanpa modal seperti Blogging, Paid to Click, Paid to Review, dan Affiliance.

Dari jenis bisnis diatas, mungkin yang sering kita dengar adalah blogging. Tapi disini, kita akan membahas mengenai “Affiliance” atau bisa juga disebut dengan Bisnis Afiliasi. Singkat kata Bisnis Afiliasi adalah semacam bisnis yang berbasis komisi. Jadi kita hanya perlu mempromosikan suatu produk milik seseorang dan jika produknya terjual maka kita akan mendapatkan komisi dari produk tersebut. Sebenarnya bisnis  Affiliance ini sudah ada sejak lama, namun belum banyak orang yang tahu bisnis ini seperti apa.



BAB II
ISI

A.      PENGERTIAN BISNIS AFILIASI
Bisnis Afiliasi adalah suatu system pemasaran dengan menggunakan internet, dimana pemilik produk memberikan imbalan pada perantara/calo/makelar karena berhasil membawa pembeli ke pemilik produk atau biasa disebut merchant.
Merchant atau affiliate sendiri adalah orang atau perusahaan yang memiliki produk atau jasa yang mereka pasarkan melalui internet.

Pada dasarnya Affiliate Marketing adalah model bisnis penjualan online yang berbasis komisi. Bisnis mirip sales door to door di dunia offline, jika barang kita tawarkan laku maka kita akan mendapatkan komisi.

B.       KELEBIHAN dan KEKURANGAN BISNIS AFILIASI
1.      Kelebihan Bisnis Afiliasi
a.       Tidak ada biaya produksi.
b.      Biaya awal yang rendah.
c.       Dapat menjual apa saja.
d.      Tidak membutuhkan pengalaman sales.
e.       Tidak perlu ada karyawan.
f.       Tidak perlu stok barang.
g.      Tidak perlu memproses atau mengirim pesanan

2.      Kekurangan Bisnis Afiliasi
a.       Harga ditetapkan oleh pemilik bisnis
Affiliate marketer tidak dapat memberikan diskon atau potongan harga jual. Artinya kita tidak bisa berperan dalam strategi pricing dalam menjual produk.
b.      Materi promosi yang disediakan terkadang merupakan alat yang merugikan kita
Jika calon pembeli membaca alamat website yang tertera di iklan yang kita pasang dan dia ingin melakukan transaksi langsung menuju situs utama maka tidak diperhitungkan sebagai hasil kerja.

c.       Beberapa bisnis utama tidak mengenal system rekam jejak (cache)
Jika calon pembeli memutuskan membeli share hosting beberapa bulan kemudian dan langsung menuju situs utama maka anda tidak berhak atas fee.

C.       CARA KERJA AFFILIATE MARKETING
Dalam bisnis online, affiliate marketer melakukan penjualan melalui link khusus yang diberikan oleh merchant. Cara kerjanya adalah misalnya kita menemukan sebuah bisnis online yang menawarkan program affiliate. Lalu kita mendaftarkan diri dengan mengisi form yang sudah disediakan tersebut. Biasanya sebelum kita mengisi form, kita diminta untuk membaca Affiliate Agreement yaitu sebuah dokumen legal yang mengikat kita dengan Affiliate Merchant.

Affiliate Agreement ini penting karena jika kita melanggar syarat dan ketentuan yang ada, Affiliate Merchant bisa menunda pembayaran atau mengeluarkan kita dari program affiliate mereka.

Jika kita sudah memenuhi dan menyetujui semua syaratnya, maka kita akan diberikan sebuah affiliate link. Selanjutnya kita tinggal mempromosikan produknya bisa melalui website kita sendiri. Jika ada orang yang mengklik dan membeli produk yang kita  pasarkan, maka secara otomatis kita akan memperoleh komisi dari Affiliate Merchant.


BAB III
PENUTUP

Bisnis Affiliasi bisa dilakukan dengan sangat mudah karena tanpa menggunakan modal dan keuntungan yang didapat dari bisnis ini juga banyak. Cukup mendaftarkan diri sebagai anggota Affiliate Marketing dan mempromosikan produk, kita sudah bisa mendapatkan penghasilan yang sangat menjanjikan.
  

DAFTAR PUSTAKA