BAB I
PENDAHULUAN
Daya beli masyarakat yang semakin meningkat ternyata
menimbulkan sejumlah permaasalahan baru. Permasalahan tersebut datang dari gaya
hedonisme yang akhirnya menimbulkan sejumlah tumpukan barang-barang tak
terpakai di setiap rumah tangga. Padahal jika kita lihat, sebenarnya masih
banyak sekali manfaatnya yang bisa kita pakai dari barang-barang tesebut. Namun
karena manusia yang sifatnya tidak pernah puas dan selalu menjadi orang yang
konsumtif maka barang-barang tersebut menjadi tidak ada manfaatnya.
Hal tersebut menciptakan sebuah peluang dibidang
bisnis rongsokan atau barang bekas. Kalau dulu barang bekas identik dengan
sesuatu yang kotor, sampah yang menjijikan, besi tua dan berkarat, atau
kumpulan gelas aqua serta kardus bekas, sekarang hal itu bisa dibuang jauh-jauh
dari benak kalian karena saat ini barang-barang tersebut bisa kita sulap
menjadi tas yang cantik dan bergaya modern.
Jika kita ingin merintis bisnis ini, memang pada
awalny kita akan lama untuk mendapatkan keuntungan tapi seiring berjalannya
waktu bisnis ini akan menghasilkan perputaran uang yang lebih cepat
dibandingkan bisnis yang lainnya. Hasil dari bisnis ini juga bisa disejajarkan
dengan bisnis lainnya yang lebih mentereng.
BAB II
ISI
Poin yang harus diperhatikan dalam bisnis rongsokan
atau barang bekas :
A.
Tak hanya
pekerjaan pemulung
Mengumpulkan
barang bekas atau rongsokan kini tak hanya sekedar bisnis rendah yang digeluti
oleh segelintir orang atau orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap
seperti pemulung. Melalui strategi bisnis yang baik, kita dapat menjadikan hal
tersebut menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Jika kita ingin menjadi
orang yang sukses dengan usaha sendiri, kita tidak perlu malu untuk memulai
bisnis seperti ini karena sekarang banyak orang-orang yang tak segan untuk
memburu barang bekas branded atau barang bekas yang memiliki nilai histori
tinggi.
Ada dua kategori dalam bisnis
ini, yaitu :
1. Barang bekas
layak pakai seperti produk fashion, elektronik, buku bekas, dll
2. Barang bekas
daur ulang seperti plastic, besi tua, bahan kaleng, dll
B.
Bisa jadi usaha
rumahan
Peluang bisnis
ini bisa kita buka dirumah, asal ada banyak ruang ruang di perkarangan rumah
kita untuk menaruh barang-barang bekas. Agar tidak merusak pemandangan rumah,
barang-barang tersebut bisa kita letakkan disamping rumah.
Untuk cara
kerjanya, kita cukup memberikan plang atau tulisan yang cukup jelas misalnya
“menerima jual-beli barang bekas”. Untuk harga bisa disesuaikan dengan harga
pasar diwilayah kita.
Untuk usaha skala
rumahan ini pada prinsipnya cukup mudah dalam pengelolaan dan biasanya tak
terpaku harus selalu berada dengan barang-barang bekas, karena kita masih bisa
menjalankan aktifitas seperti biasa.
C.
Tips memulai
bisnis barang bekas
Untuk memulai usaha
ini diperlukan kerja keras, semangat, dan positif thinking. Karena jika tidak,
maka peluang tersebut bisa diambil pihak lain yang juga menggeluti usaha
dibidang yang sama. Persaingan dalam bisnis ini cukup ketat karena setiap hari
pasti selalu ada barang baru yang datang untuk dibeli dari pengepul. Menjadi
pengepul barang bekas memerlukan tekad dan harus berani malu karena tidak
sedikit pula orang yang ragu dalam menjalankan bisnis ini. Dan hal yang penting
adalah sabar.
Hal pertama yang
harus kita lakukan adalah memiliki tempat penampungan. Mencari informasi
tentang harga beli dan jual barang-barang bekas di wilayah kita, usahakan cari
yang paling murah karena itu bisa menguntungkan kita. Jika kita sudah mendapat kepercayaan dan
dapat menjalin kesepakatan dengan pengepul yang lebih besar di wilayah kita,
kemungkinan besar kita akan mendapatkan harga yang lebih murah dan keuntungan
yang didapat pun akan lebih besar.
Kita perlu
mempromosikan usaha kita. Promosi bisa dilakukan melalui media apapun, baik iklan
baris di koran, brosur, atau promosi melalui mulut ke mulut. Promosi dengan
cara ini dianggap lebih efektif.
Pasti kita
bertanya-tanya, kemana barang bekas akan jual? Jika memutuskan terjun di bisnis
ini, maka kita harus tahu mata rantai untuk pasar atau mekanisme jualnya. Kita
juga harus tahu beberapa tempat khusus industry pengolahan atau peleburang
barang bekas seperti botol plastic, besi, dll.
BAB III
PENUTUP
Peluang bisnis itu bisa didapatkan dari hal apapun,
baik yang bernilai maupun terlihat tidak ternilai. Seperti hal nya dengan
bisnis rongsokan, walaupun rongsokan itu terlihat menjijikan dan tidak ada
harganya ternyata rongsokan itu bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan
bahkan perputaran uang yang dihasilkan jauh lebih cepat dan bisa disetarakan
dengan bisnis yang mentereng.
DAFTAR PUSTAKA